Minggu, 26 Juni 2011

PIDATO LKPJ BUPATI OGAN ILIR TAHUN 2010

Pada sidang Paripurna DPRD Kabupaten Ogan Ilir hari Sabtu tanggal 25 Juni 2011 telah dilangsungkan Pidato Nota Pengantar LKPJ Bupati Ogan Ilir tahun 2010, dan Rancangan Perda LPAPBD TA 2010.  Sebagaimana naskah berikut :

 PIDATO NOTA PENGANTAR
LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN BUPATI OGAN ILIR TAHUN 2010 dan
RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN ILIR TENTANG
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD*
KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN ANGGARAN 2010
Disampaikan Pada Rapat Paripurna Ke-IV DPRD Kabupaten Ogan Ilir
Hari Sabtu, tanggal  25 Juni  2011
 
BISMILLAHIRROHMAANIRROHIIM
   ASSALAMU ‘√ĀLAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

Yth.  Sdr. Ketua, Wakil Ketua dan Para Anggota DPRD Kab. Ogan Ilir
Yth.   Sdr. Wakil Bupati Ogan Ilir
Yth.   Sdr. Komandan Kodim 0402 Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir
Yth.   Sdr. Ketua Pengadilan Negeri Kayuagung
Yth.   Sdr. Kepala Kejaksaan Negeri Kayuagung
Yth.  Sdr. Kapolres Ogan Ilir
Yth.  Sdr. Rektor Universitas Sriwijaya
Yth.  Sdr. Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda,  Staf Ahli Bupati, Kepala Badan, Kepala Dinas, Kepala Kantor, Kepala Bagian, serta Camat se-Kabupaten Ogan Ilir
Yth.  Komandan Kompi Battery Tempur C Yon Armed Dam II Sriwijaya
Yth.  Komandan Kompi-7 Satbrimobda Polda Sumsel
Yth. Sdr. Kepala Instansi Vertikal dalam Kabupaten Ogan Ilir dan Pimpinan Cabang Bank Sumsel Babel dan perusahaan lainnya.
Yth. Sdr. Pimpinan Partai Politik, Tokoh Masyarakat, Organisasi
        Kemasyarakatan, Para Alim Ulama, dan Generasi Muda.
Yth. Sdr. Para Insan Pers, baik media cetak maupun media elektronik yang sempat hadir, serta hadirin yang berbahagia.

RAPAT Paripurna DEWAN Yang SAYA HORMATI.
Puji dan syukur kita persembahkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas Rahmat dan Karunia-Nya jua, pada hari ini kita semua dalam keadaan sehat dan bersama-sama hadir pada Rapat Paripurna ke-IV DPRD Kab Ogan Ilir tahun sidang 2011, dalam acara Penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati Ogan Ilir Tahun 2010, dan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Ilir tentang Laporan Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Ogan Ilir Tahun Anggaran 2010.  Sholawat dan salam, kita sampaikan kepada Rosulullah SAW beserta keluarga dan sahabatnya, kiranya kita akan selalu mendapat kucuran rahmat, safa’at serta mendapat kesejahteraan di dunia dan keselamatan di akhirat.
 Mengawali pidato ini, perlu saya sampaikan bahwa dalam pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SLTA yang telah diumumkan beberapa hari yang lalu, seluruh siswa-siswi kita dari semua jurusan SMA, MA, dan SMK baik negeri maupun swasta di Kabupaten Ogan Ilir semuanya dinyatakan Lulus (100 %). Untuk tingkat SLTP, hasil Ujian Nasional SMP/MTs dari seluruh siswa yang ikut ujian dan dinyatakan lulus, terdapat siswa lulus terbaik yaitu Faradila Okta Verina dari MTs Negeri Sakatiga yang mendapat Peringkat ke-2 nilai tertinggi se-Sumatera Selatan.  Sedangkan untuk tingkat SD,  hasil Ujian telah dinyatakan Lulus 100 %.  
Juga saya sampaikan, bahwa sebagai hasil pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Kota Prabumulih,  terdapat 3 orang anggota kafilah dari Ogan Ilir yang terpilih sebagai Qori’-qori’ah terbaik, dan telah diikutsertakan dalam memperkuat Kafilah Sumatera Selatan pada STQ tingkat Nasional ke-26 di Banjarmasin beberapa hari yang lalu. 

HADIRIN RAPAT PARIPURNA DPRD YANG SAYA HORMATI
Setelah berakhirnya pelaksanaan Tahun Anggaran 2010, saya sebagai Bupati Ogan Ilir sesuai dengan amanah Undang-Undang berkewajiban untuk menyampaikan LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2010 kehadapan Pimpinan dan para Anggota DPRD melalui rapat paripurna, guna melaporkan penyelenggaraan pemerintahan dan hasil kinerja pembangunan yang telah dilaksanakan selama tahun 2010.
Laporan Keterangan PertanggungJawaban Bupati Ogan Ilir Tahun 2010 yang disampaikan pada Rapat Paripurna ke-IV DPRD Kabupaten Ogan Ilir saat ini, merupakan pemenuhan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dan Peraturan Pemerintah Nomor  3 Tahun 2007 tentang LPPD kepada Pemerintah, LKPJ Kepala Daerah kepada DPRD dan Informasi LPPD kepada masyarakat. Tujuan penyampaian LKPJ ini adalah pemberian keterangan Bupati kepada DPRD Kabupaten Ogan Ilir, menyangkut pelaksanaan tugas-tugas desentralisasi, tugas pembantuan, dan tugas umum pemerintahan selama kurun waktu tahun 2010 yang merupakan tahun ke-5 masa  pemerintahan periode pertama, sekaligus tahun pertama pemerintahan 5 tahun kedua.
Berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007, materi LKPJ yang disampaikan ini memuat  Visi, Misi, Strategi dan Arah Kebijakan Umum, serta Prioritas Daerah, Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah, Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah, dan Penyelenggaraan Tugas Pembantuan, serta Penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan selama tahun 2010.
Sebagaimana diatur pada pasal 23 Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 yang mengatur mekanisme penyampaian LKPJ Kepala Daerah kepada Sidang Paripurna DPRD,  bahwa LKPJ memerlukan pembahasan secara internal oleh DPRD, guna menghasilkan Rekomendasi Perbaikan Kinerja pemerintahan daerah, kiranya hal tersebut akan menjadi wahana bagi peningkatan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kami berharap rekomendasi kinerja tersebut, akan turut memberikan kontribusi terhadap upaya perbaikan kebijakan pemerintahan daerah di berbagai sektor pembangunan, pelayanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2007 adalah  LKPJ Bupati merupakan Laporan Capaian Kinerja atas pelaksanaan tugas dalam satu tahun anggaran, sekaligus refleksi akuntabilitas bersama antara kelembagaan Pemerintah Daerah dan DPRD. Hal demikian  merupakan konsekuensi nyata atas berbagai kesepakatan bersama untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang telah  dituangkan dalam APBD Kab Ogan Ilir Tahun Anggaran 2010.  
Substansi LKPJ Bupati Ogan Ilir Tahun 2010 ini, strukturnya menggunakan dokumen RPJM Daerah Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2005-2010 dan RKPD Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2010. LKPJ tahun 2010 merupakan pertanggungjawaban atas kinerja pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2010 yang berpedoman pada RPJMD tahun 2005-2010, sedangkan RPJMD tahun 2010 – 2015 akan menjadi dasar penyusunan LKPJ tahun 2011 yang akan datang. Namun demikian indikator kinerja yang dicapai sudah mengakomodir target indikator kinerja yang dituangkan dalam RPJMD Kabupaten Ogan Ilir tahun 2010 - 2015. 
Visi-Misi RPJMD Kabupaten Ogan Ilir tahun 2010-2015 merupakan kelanjutan dari Visi-Misi tahun 2005-2010. Sehingga Visi Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2010-2015 yang telah disepakati, adalah “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Ogan Ilir yang Lebih Maju, Mandiri dan Berkualitas Menuju Sejahtera Berlandaskan Iman, Taqwa, Moral dan Etika ”.
Rapat Paripurna Dewan serta hadirin yang saya hormati
Selanjutnya, Informasi capaian kinerja pemerintahan daerah, akan saya awali dengan pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Ogan Ilir. Memperhatikan perkembangan IPM Kabupaten Ogan Ilir tahun 2010, berdasarkan data sementara BPS Kabupaten Ogan Ilir, angka IPM Kabupaten Ogan Ilir tahun 2010 adalah 69,68 mengalami peningkatan dibandingkan dengan angka IPM Kabupaten Ogan Ilir pada tahun 2009 yang mencapai 69,17, atau meningkat sebesar 0,51 poin.  
Pencapaian Kinerja Pendidikan ditandai dengan meningkatnya Indeks Pendidikan sebesar 0,38 poin dari 81,41 pada tahun 2009 menjadi 81,79 pada tahun 2010.  Peningkatan Indeks Pendidikan tersebut dipengaruhi oleh adanya peningkatan Rata-rata Lama Sekolah anak usia 15 tahun keatas dari 7,52 tahun pada tahun 2009 menjadi 7,58 tahun pada tahun 2010. Meningkatnya Indeks Pendidikan juga disebabkan adanya peningkatan rata-rata angka melek huruf dari 97,47 % pada tahun 2009 menjadi 97,62 % pada tahun 2010.
Selanjutnya Pencapaian Kinerja Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir, ditandai dengan peningkatan Usia Harapan Hidup dari 65,98 tahun pada tahun 2009 menjadi 66,28 tahun pada tahun 2010, atau selama 1 tahun mengalami peningkatan 0,3 tahun.  Sedangkan Capaian Kinerja Kemampuan Daya Beli masyarakat Kabupaten Ogan Ilir, ditandai dengan meningkatnya rata-rata Pengeluaran perkapita dari Rp.608.900,- perbulan pada tahun 2009 menjadi Rp. 612.310,- perbulan pada tahun 2010, atau meningkat sebesar Rp. 3.410,- pada  tahun 2010.
Pada akhir Desember 2010 jumlah penduduk Kabupaten Ogan Ilir mencapai 422.712 jiwa dengan pertumbuhan 1,42 %,  terdiri dari Laki-laki sebanyak 210.663 jiwa dan perempuan sebanyak 212.049 jiwa dan Jumlah kepala keluarga tahun 2010 mencapai 107.106 KK.  Menurut data BPS Jumlah penduduk miskin tahun 2010 adalah 55.498 jiwa atau 14,57 % mengalami penurunan jika dibandingkan dengan penduduk miskin tahun 2009 yang mencapai 60.080 jiwa atau 15,65 %.  Jumlah pengangguran tahun 2010 adalah 6.213 orang atau 3,03 % mengalami penurunan  jika dibandingkan jumlah pengangguran tahun 2009 yang mencapai 8.712 jiwa atau 4,08 %. 
Perkembangan perekonomian Kabupaten Ogan Ilir tahun 2010 juga sangat menggembirakan dengan pertumbuhan ekonomi 5,73 % atas dasar harga konstan dengan Migas dan 5,82 % tanpa Migas,  meningkat jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2009 yang mencapai 5,36 %. Sedangkan PDRB per kapita juga menunjukkan perbaikan, dari Rp. 7,93 juta tahun 2009 meningkat menjadi Rp. 8,74 juta. Begitu juga Pendapatan per kapita penduduk Kabupaten Ogan Ilir tahun 2009 adalah Rp.6,75 juta dan pada tahun 2010 meningkat menjadi  Rp.7,69 juta per kapita.

Rapat Paripurna DEWAN - serta hadirin yang saya hormati,

Berikut ini akan saya sampaikan Capaian Kinerja Pemerintahan Daerah selama kurun waktu tahun 2010,  yang diuraikan sesuai dengan Misi Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir tahun 2005 - 2010.
Capaian Misi Pertama yaitu Memantapkan Penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten, Kecamatan, Desa dan Kelurahan.  Urusan Pemerintahan terkait dengan Misi Pertama adalah : Urusan Otonomi Daerah, Pertanahan, Ketentraman dan Ketertiban, Penataan Ruang, dan Perencanaan Pembangunan.
Pelaksanaan Misi Pertama ini, ditandai dengan peningkatan fungsi dan pelayanan kelembagaan pada 16 pemerintah kecamatan, 227 pemerintahan desa dan 14 pemerintah kelurahan, melalui berbagai perbaikan telah terjadi peningkatan kinerja pembangunan dan pelayanan pada 28 Satuan Kerja Perangkat Daerah.  Untuk melanjutkan estapet kepemimpinan dan pembangunan periode ke-2, telah dilakukan tahapan-tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir masa bakti 2010-2015, hingga pada 5 Juni 2010 telah dilakukan pemungutan suara dengan menghasilkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2010 – 2015, saya bersama Drs. H.M. Daud Hasyim. Untuk  memberikan arah kebijakan pembangunan daerah tahap ke-II tahun 2010 - 2015, telah disusun dan ditetapkan Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ogan Ilir  tahun 2010 - 2015  dalam Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Ilir Nomor 07 Tahun 2010 dengan titik berat peningkatan kualitas di segala bidang pembangunan. 
Selama tahun 2010, kita telah menetapkan 14 Peraturan Daerah dan 17 Peraturan Bupati Ogan Ilir, sehingga selama tahun 2005 sampai 2010 telah dihasilkan produk hukum daerah sebanyak 327 yakni dengan ditetapkan 161 Peraturan Daerah dan 166 Peraturan Bupati Ogan Ilir.
Pada urusan Pertanahan telah dilakukan kegiatan penataan, penguasaan, pemilikan, dan pemanfaatan tanah, dengan rincian : Tanah perkantoran Pemerintah Desa Rantau Panjang Ilir seluas 598 M², Desa Sungai Keli seluas 2.494 M², Desa Pemulutan Ilir seluas 141 M², perkantoran Kecamatan Tanjung Raja seluas 298 M², Tanah sekolah SDN 14 Sungai Pinang III seluas 2.505 M², dan Tanah sekolah SMA dan SMK Kecamatan Pemulutan Selatan di Desa Pipa Putih seluas 9.920 M². Juga telah dilakukan sertifikasi tanah milik pemerintah daerah di kecamatan, desa dan kelurahan sebanyak 49 persil/bidang tanah sebagai asset Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.
Pada tahun 2010, telah diselesaikan masalah perbatasan antara Desa Sungai Pinang III Kecamatan Sungai Pinang dengan Desa Celikah Kecamatan Kota Kayuagung, dan Batas antara Desa Nagasari Kecamatan Muara Kuang dengan Desa Ulak Kapal Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten OKI. Pembuatan Peta Desa/Kelurahan telah dilakukan di 5 kecamatan, sebanyak 76 desa dan 4 kelurahan, dengan rincian :
a)          Kecamatan Pemulutan sebanyak 25 desa
b)          Kecamatan Pemulutan Barat sebanyak 11 desa
c)          Kecamatan Pemulutan Selatan sebanyak 15 desa
d)          Kecamatan Tanjung Raja sebanyak 15 desa dan 4 kelurahan
e)          Kecamatan Lubuk Keliat sebanyak 10 desa.
Khusus masalah perbatasan Kabupaten Ogan Ilir dengan Kabupaten Muara Enim, kedua bela pihak sepakat menyerahkan masalah perbatasan ini kepada Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Provinsi Sumsel juga telah meminta bantuan Fasilitasi dari Pemerintah Pusat  melalui Kementerian Dalam Negeri dan BPN. Terkait dengan permasalahan perbatasan ini, pada tanggal 9 Juni 2011 lalu telah dilakukan Rapat Konsultasi dengan Dewan Pertimbangan Presiden yang dipimpin oleh Dr. dr. Siti Fadilah Supari di Istana Merdeka Jakarta, disimpulkan bahwa : 1) Tim sangat setuju bahwa perbatasan Kabupaten Ogan Ilir dengan Muara Enim adalah batas alam sungai Meriak, dan 2) agar Gubernur Sumatera Selatan segera mencabut Surat Izin lokasi PT IAL di lokasi pencadangan Lahan Transmigrasi Sungai Rambutan-Parit.
Untuk meningkatkan ketentraman dan ketertiban masyarakat, telah dilakukan penyiapan tenaga pengendali keamanan dan kenyamanan lingkungan sebanyak 50 orang, Pelatihan Pengendalian dan Kenyamanan Lingkungan sebanyak 40 orang, dan peningkatan kerjasama dengan aparat keamanan dalam teknik pencegahan kejahatan sebanyak 35 orang.  Kendala yang ada saat ini adalah 257 orang tenaga Satpol PP dan 50 orang petugas PBK masih berstatus tenaga Honorer.
Pelaksanaan Misi Kedua yaitu Meningkatkan Profesionalisme Aparatur dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Urusan Pemerintahan terkait Misi Kedua antara lain Urusan Otonomi Daerah khususnya Kepegawaian dan Pengawasan Daerah.
Implementasi Misi Kedua ini berupa pelaksanaan Peningkatan disiplin, Pengetahuan dan Keterampilan Aparatur, berupa : Diklat Prajabatan Golongan II sebanyak 3 angkatan dengan peserta 128 orang CPNS selama 14 hari dan Golongan III sebanyak 6 angkatan dengan peserta 240 orang selama 21 hari bertempat di LPMP dan Penginapan Citra Indralaya, Pendidikan dan Pelatihan Struktural bagi PNS Daerah,  yaitu Pengiriman peserta Diklatpim II bagi Pejabat eselon II sebanyak 4 orang selama 75 hari, masing-masing 2 orang di Bandung dan 2 orang di Palembang. Pengiriman peserta Diklatpim III sebanyak 22 orang pejabat di Badan Diklat Provinsi Sumsel di Palembang selama 60 hari, dan Diklatpim IV sebanyak 57 orang pejabat di Badan Diklat Provinsi Sumatera Selatan di Palembang selama 45 hari.
Selain itu juga telah dilakukan Pendidikan dan Pelatihan Fungsional bagi PNS Daerah berupa: Diklat Manajemen Keuangan Daerah sebanyak 40 orang PNS yang dilaksanakan selama 5 hari di LPMP Indralaya. Bantuan Pengiriman Tugas Belajar dan Ikatan Dinas  Program Pendidikan Strata sebanyak 11 orang terdiri dari 5 orang untuk Program Strata-1, 5 orang Program Strata-2 dan, 1 orang Program Strata-3.
Selama tahun 2010 Pemerintah Daerah telah memproses kenaikan pangkat PNS sebanyak 1.019 orang dan Kenaikan Gaji Berkala sebanyak 2.461 orang, serta penerimaan Penghargaan Pengabdian dari Presiden RI sebanyak 695 orang, terdiri dari :153 orang Satyalencana Karya Satya 10 tahun, 397 orang Satyalencana Karya Satya 20 tahun, dan 145 orang diberikan penghargaan Satyalencana Karya Satya 30 tahun.  Disamping itu Pemerintah Daerah juga telah memberikan Hukuman Disiplin berupa Penanganan Kasus-kasus Pelanggaran Disiplin PNS sebanyak 5 orang,  terdiri dari : Hukuman Ringan untuk 1 orang, Hukuman Sedang untuk 2 orang dan Hukuman Berat untuk 2 orang.
Jumlah PNS Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir tahun 2009 adalah 5.894 orang, sampai akhir tahun 2010  jumlah PNS mencapai 6.683 orang terdiri dari Golongan I sebanyak 25 orang, Golongan II sebanyak 1.562 orang, Golongan III sebanyak 4.024 orang dan Golongan IV sebanyak 1.071 orang.  Selain itu, Pemerintah Daerah juga telah memberikan hak pensiun kepada 114 orang PNS karena batas usia pensiun dan 18 orang pensiun  karena meninggal dunia.
Selama tahun 2010 telah dilakukan Peresmian Calon PNS sebanyak 484 orang dan Peresmian Sekdes menjadi Calon PNS sebanyak 6 orang. Penerimaan Calon PNS Kabupaten Ogan Ilir dari jumlah peserta lulus seleksi administrasi sebanyak 4.246 dan diangkat sebagai Calon PNS sebanyak 225 orang, seleksi tersebut telah dilakukan untuk mengisi formasi yang tersedia dan dilaksanakan oleh Universitas Sriwijaya.
Misi Ketiga, yaitu Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan. Urusan Pemerintahan terkait Misi ketiga adalah Urusan Kesehatan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan perempuan dan Urusan Pendidikan. Implementasi Misi Ketiga pelaksanaan kinerja kesehatan, dapat saya jelaskan bahwa melalui berbagai upaya yang telah dilakukan, antara lain pemberian bantuan pembiayaan kesehatan secara gratis, penyediaan obat dan peralatan medis yang memadai, pencegahan, pemberantasan dan pengendalian penyakit menular termasuk penanggulangan kejadian luar biasa, Penyuluhan dan Penilaian Pola Hidup Bersih dan Sehat. 
Pada tahun 2010 telah dilakukan pembangunan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan berupa : 1 unit Puskesmas Sungai Keli Kecamatan Pemulutan Selatan, 1 unit Puskesmas Pembantu Talang Balai Lama, dan 13 unit POSKESDES yaitu POSKESDES Rawa Jaya, POSKESDES Sejaro Sakti, POSKESDES Lubuk Sakti, POSKESDES Tanjung Gelam, POSKESDES Pulau Semambu, POSKESDES Ulak Kerbau Lama, POSKESDES Talang Dukun, POSKESDES Serijabo, POSKESDES Tanjung Atap Barat, POSKESDES Serikembang III, POSKESDES Kelurahan Payaraman Barat, POSKESDES Kota Daro I, dan POSKESDES Sukajadi Kec. Muara Kuang, dan Pengkajian Lingkungan  rencana pembangunan RSUD Indralaya.
Hingga saat ini Kabupaten Ogan Ilir telah memiliki unit pelayanan kesehatan sebanyak 638 unit terdiri dari 24 Puskesmas, 19 Puskesmas Pembantu, 184 Poskesdes, 6 Poliklinik, 19 Tempat Praktek Dokter, 5 Apotik, 8 Toko Obat, dan 373 unit Posyandu. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2010 adalah 34 orang Dokter Umum, 12 orang Dokter Gigi, 216 orang Perawat Umum, 38 orang Perawat Gigi, 228 orang Bidan PNS, 174 orang Bidan PTT, 747 orang Bidan TKS, 26 orang Asisten Apoteker, 5 orang Apoteker, 12 orang Strata-2 Kesehatan, dan 106 orang Sarjana Kesehatan Masyarakat.  Pembangunan RSUD Indralaya akan dilanjutkan pada tahun 2011 ini untuk melengkapi berbagai fasilitas, hingga pada tahun 2013 rumah sakit ini sudah dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Melalui berbagai upaya pelayanan kesehatan, kinerja kesehatan yang dicapai  adalah cakupan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, dari jumlah ibu hamil 9.870 orang, telah mendapat penanganan perawatan kesehatan sejumlah 9.865 orang, serta mendapat bantuan persalinan sebanyak 8.827 orang atau 89,46 persen mendapat pertolongan persalinan dari Tenaga Kesehatan. Jumlah ibu meninggal karena faktor persalinan sebanyak 7 orang, sehingga tingkat kematian ibu melahirkan tahun 2010 adalah 7,93 per 10.000 kelahiran atau 0,079 %. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2009 yang mencapai 2,35. Dari jumlah Balita 30.898 anak, terdapat penderita Gizi Buruk sebanyak 50 orang, semuanya telah diberikan penanganan kesehatan dan telah sembuh sehat kembali sebanyak 41 orang, masih dalam perawatan 6 orang, dan Balita meninggal dunia akibat gizi buruk sebanyak 3 orang.
Dari jumlah Balita tersebut, terdapat penderita gizi kurang sebanyak 811 anak, dan gizi baik sebanyak 29.953 anak. Jumlah bayi lahir hidup 8.809 bayi, dan jumlah Balita yang meninggal dunia sebanyak 14 anak, sehingga tingkat kematian Bayi tahun 2010 adalah 1,59 per 1.000 Bayi kelahiran hidup atau 0,159 %. Angka ini turun jika dibandingkan dengan tahun 2009 yang mencapai 2,35. Dari total masyarakat yang memiliki Kartu Berobat Miskin di Ogan Ilir sebanyak 191.612 jiwa, selama tahun 2010 terdapat 109.211 orang yang melakukan kunjungan dan perawatan.
Selanjutnya rata-rata Usia Harapan Hidup tahun 2009 mencapai 65,98 tahun dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 66,28 tahun.  Artinya selama kurun waktu 1 tahun terjadi peningkatan Usia Harapan Hidup penduduk Kabupaten Ogan Ilir sebesar 0,3 tahun. Peningkatan Usia Harapan Hidup penduduk tidak terlepas dari keberhasilan program pembangunan kesehatan yang sudah dilaksanakan.  
Sementara itu, berkaitan dengan agenda perlindungan gender sebagai upaya memperbaiki kualitas dan peran penduduk Ogan Ilir dalam berbagai sendi kehidupan, sejumlah kegiatan telah dilakukan antara lain: Kegiatan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera, Kegiatan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga, kesetaraan gender pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, kegiatan Pengarusutamaan Gender, Penyuluhan tentang Peningkatan kesadaran  bagi perempuan dalam mencegah Tindak Kekerasan, dan Kegiatan Sosialisasi Gender dalam Bimbingan Usaha Ekonomi, dan Perlindungan Perempuan dengan Gerakan Sayang Ibu (GSI).
Selama tahun 2010, melalui Program Keluarga Berencana, peserta KB Aktif mencapai 57.701 peserta atau 78,19 % dari 73.796 pasangan usia subur, sedangkan pada tahun 2009, jumlah peserta KB Aktif mencapai 50.857 peserta atau 74,96 % dari 67.849 pasangan usia subur. Jumlah peserta KB Pria tahun 2010 mencapai 2.450 orang atau 4,25 % dari peserta KB aktif, Sedangkan pada tahun 2009 Jumlah peserta KB Pria mencapai 1.687 orang atau 3,32 % dari peserta KB aktif. Pada tahun 2010, jumlah Keluarga Sejahtera sebanyak 48.949 keluarga, meningkat jika dibandingkan dengan jumlah Keluarga Sejahtera tahun 2009 yang mencapai 44.673 keluarga.
Pelaksanaan Urusan Pendidikan selama tahun 2010, masih diprioritaskan pada Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun, dengan prioritas diarahkan untuk dapat menjamin keberlangsungan pendidikan anak usia sekolah di tingkat pendidikan dasar dan menengah, maupun percepatan pemberantasan buta huruf melalui jalur pendidikan formal dan non formal. Upaya tersebut dilakukan  dalam rangka meningkatkan kualitas berbagai sarana-prasarana pendidikan, dan peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan.  
Berdasarkan angka sementara dari BPS terjadi peningkatan Rata-rata Lama Sekolah dari 7,52 tahun pada tahun 2009, meningkat menjadi 7,58 tahun pada tahun 2010, melalui berbagai program yang dilakukan, kita terus berupaya agar Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dapat dituntaskan, dan akan segera kita lakukan rintisan Program Wajib Belajar 12 tahun bagi anak usia sekolah.
Pada tahun 2010 telah dilakukan rehabilitasi gedung sekolah dan penambahan ruang kelas baru, penambahan meubiler sekolah  pada 3 unit TK, 11 unit SD dan MI, 10 unit SMP dan 15 unit SMA/SMK/MA. Untuk meningkatkan kualitas guru telah diberikan bantuan Penyetaraan Pendidikan S1 PGSD-UT Imbal Swadaya bagi 565 guru.
Hingga akhir tahun 2010 Kabupaten Ogan Ilir telah memiliki Unit Sekolah sebanyak 479 unit sekolah, terdiri dari 275 unit SD/MI Negeri dan 25 unit SD/MI Swasta,  67 unit SMP/MTs Negeri dan 51 unit SMP/MTs Swasta, serta 25 unit SMA/SMK/MA Negeri dan 36 unit SMA/SMK/MA Swasta. Jumlah murid tahun 2010 sebanyak 84.838 siswa terdiri dari 69.271 siswa sekolah negeri dan 15.567 siswa sekolah swasta, dengan rincian : siswa SD/MI sebanyak 51.723 siswa, 20.385 siswa SMP/MTs, 12.748 siswa SMA/SMK/MA. Jumlah sarana pendidikan Taman kanak-kanak mencapai 9 unit TK Negeri dan 40 unit TK Swasta, dengan jumlah murid 259 pada TK Negeri dan 1.932 pada TK swasta. Untuk tingkat PAUD saat ini terdapat 287 PAUD dengan jumlah anak didik sebanyak 8.315 anak dan tenaga tutor sebanyak 705 orang.
Sejak tahun 2005 sampai tahun 2010 kita telah membangun 18 unit SD Negeri, 43 unit SMP Negeri, 13 unit SMA Negeri dan 3 unit SMK Negeri.  Kedepan kita akan terus meningkatkan pembangunan gedung sekolah baru terutama penambahan SMK di beberapa kecamatan.
Beberapa indikator kinerja pendidikan yang dicapai pada tahun 2010 antara lain :
1.        Angka Partisipasi Murni SD sederajat mencapai 91,27 persen,
2.        Angka Partisipasi Murni SMP sederajat mencapai 67,16 persen,
3.        Angka Partisipasi Murni SMA sederajat mencapai 39,59 persen,
4.        Angka Partisipasi Kasar SD sederajat mencapai 109,48 persen,
5.        Angka Partisipasi Kasar SMP sederajat mencapai 91,37 persen,
6.        Angka Partisipasi Kasar SMA sederajat mencapai 60,84 persen,
7.        Angka Putus Sekolah SD sederajat mencapai 0,059 persen,
8.        Angka Putus Sekolah SMP sederajat mencapai 0,33 persen,
9.        Angka Putus Sekolah SMA sederajat mencapai 0,24 persen,
Misi Keempat, yaitu Menumbuhkembangkan Potensi Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Peternakan, Pertambangan dan Perindustrian. Urusan Pemerintahan terkait Misi keempat antara lain Urusan Koperasi UMKM, Perikanan, Pertanian, Kehutanan, Ketahanan Pangan, Industri, Perdagangan, Pariwisata, Pertambangan dan Transmigrasi. Capaian Kinerja Misi keempat diawali dengan perkembangan indikator makro perekonomian daerah, berupa perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Perkembangan PDRB yang telah dicapai pada tahun 2010, dapat saya jelaskan bahwa Nilai PDRB Kabupaten Ogan Ilir tahun 2010 atas dasar harga berlaku dengan Migas adalah Rp. 3,66 Triliun mengalami peningkatan sebesar 12,96 % jika dibandingkan PDRB tahun 2009 yang mencapai Rp.3,24 Triliun. Sedangkan atas dasar harga konstan dengan Migas pada tahun 2010 PDRB Kabupaten Ogan Ilir mencapai Rp. 1,74 Triliun  meningkat  dari PDRB tahun 2009 yang mencapai Rp. 1,65 Triliun.
 Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ogan Ilir tahun 2010 adalah sebesar 5,82 % mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2009 yang mencapai 5,36 %.  Sedangkan Kontribusi PDRB Kabupaten Ogan Ilir pada tahun 2010 terbesar masih didominasi oleh sektor Pertanian yang mencapai 28,36 %, diikuti oleh sektor Bangunan dan Konstruksi sebesar 16,98 % dan sektor Perdagangan,  Hotel dan Restoran  sebesar 16,74 %.
 Beberapa capaian kinerja perekonomian Kabupaten Ogan Ilir tahun 2010 adalah sebagai berikut  :
1)            Perkembangan Koperasi meningkat dari 174 Koperasi tahun 2009 menjadi 182 Koperasi pada tahun 2010, dengan koperasi aktif sebanyak 143 koperasi atau 78,57 %.  Volume usaha koperasi meningkat dari Rp. 14,48 milyar menjadi Rp. 15,93 milyar.
2)            Pada tahun 2010 jumlah usaha industri kecil menengah meningkat menjadi 6.827 usaha yang menyerap tenaga kerja 9.703 orang dan Industri Menengah Besar sebanyak 21 unit dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 5.386 orang. Sedangkan industri kecil menengah tahun 2009 adalah 5.627 unit yang mempekerjakan 9.251 orang tenaga kerja, dan Industri Menengah Besar 17 unit yang menyerap 2.505 orang tenaga kerja.
3)          Capaian produksi padi tahun 2010 adalah 201.270 ton gabah kering giling dari luas panen 49.108 hektar, turun dibandingkan dengan produksi padi tahun 2009 yang mencapai 205.137 ton dari luas panen 50.953 hektar, hal ini sebagai akibat perubahan cuaca dan curah hujan yang tidak menentu pada tahun 2010.
4)           Pada tahun 2010 Kabupaten Ogan Ilir masih dapat mempertahankan SURPLUS BERAS, dengan surplus 72.201 ton beras dari produksi beras 124.913 ton. 
5)             Produksi Daging ternak tahun 2010 sebanyak 489,15 ton turun jika dibandingkan dengan produksi tahun 2009 sebesar 775,84 ton, dan Produksi telur ayam tahun 2010 sebanyak 1.014,77 ton juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan produksi tahun 2009 yang mencapai  1.129,85 ton, produksi ikan segar tahun 2010 mencapai 10.382,21 ton meningkat jika dibandingkan dengan produksi tahun 2009 yang mencapai 10.361,97 ton.
6)             Luas Perkebunan karet rakyat tahun 2010 meningkat menjadi 29.251 hektar dengan produksi sebanyak 18.970 ton dibanding dengan luas kebun karet rakyat tahun 2009 yang mencapai 29.056 hektar dengan produksi sebesar 18.542 ton, luas kebun kelapa sawit rakyat pada tahun 2010 mencapai areal 2.616 hektar, dan Tebu rakyat mencapai 293 hektar.    
7)          Telah bertambahnya pembangunan sarana pasar oleh masyarakat antara lain Rumah Toko, dan berkembangnya Toko Swalayan INDOMARET di Kota Indralaya hingga saat ini sudah terdapat 5 toko, Tanjung Raja terdapat 2 toko dan Tanjung Batu terdapat 1 toko.
8)         Produksi Minyak Bumi selama tahun 2010 mencapai 353.986,82 barrel atau 969,83 barrel per hari mengalami penurunan jika dibandingkan produksi tahun 2009 yang mencapai 440.570 barrel.
9)             Pada tahun 2010 Penempatan transmigran sebanyak 150 KK atau 402 jiwa terdiri dari 50 KK dari Jawa Timur dan Jogyakarta, serta 100 KK berasal dari Desa Tanabang. Hingga saat ini telah ditempatkan warga transmigrasi sebanyak 1.200 KK atau 4.382 jiwa, tersebar di UPT Rambutan I dan II, UPT Parit, dan UPT Tanabang Kecamatan Muara Kuang.
Pada tahun 2010 beberapa penerimaan penghargaan dari Pemerintah Pusat antara lain :
1)         Penghargaan Anugrah Ristek 2010 dari Menteri Riset dan Teknologi kepala BPPT yang diterima oleh Bupati Ogan Ilir di Istana Wakil Presiden RI Jakarta pada tanggal 20 Agustus 2010.
2)     Penghargaan Millenium Development Goals (MDGs) Award 2010 dari Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI diterima oleh Bupati Ogan Ilir di Studio TVRI Pusat Jakarta tanggal 16 Januari 2011.
Misi Kelima yaitu meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana, prasarana dan infrastruktur wilayah. Urusan Pemerintahan terkait Misi Kelima antara lain Urusan Pekerjaan Umum, Lingkungan Hidup, Perhubungan, dan Komunikasi Informatika. Dalam rangka   pencapaian misi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir mempunyai komitmen untuk membangun, memelihara dan meningkatkan kualitas infrastruktur wilayah. Pemerintah Daerah sangat  memperhatikan  peningkatan  pembangunan  jalan dan jembatan untuk membuka akses ke desa-desa terisolir guna mengangkut hasil produksi pertanian.
Sejak tahun 2006 sampai tahun 2010 kita telah membangun jalan baru sepanjang 320,95 km, sebagian besar sudah dapat dilewati dengan baik, namun beberapa ruas jalan masih dalam keadaan rusak dan memerlukan peningkatan agar benar-benar dapat dilewati dengan aman, nyaman dan lancar. Dari panjang jalan Kabupaten: 803,42 km, panjang jalan dalam kondisi beraspal sepanjang 335,43 km, jalan kerikil sepanjang 149,22 km dan jalan tanah sepanjang 318,77 km.  
Pada tahun 2010 telah dilakukan pembangunan Infrastruktur Perdesaan antara lain  : Rehab Jaringan Irigasi  Rawa Sungai Penesak Meranjat–Serikembang dan Rehab 2 unit Pintu Air di Desa Ulak Kembahang dan di Desa Pandan Arang.  
Pelayanan air bersih PDAM Tirta Ogan pada tahun 2009 dengan kapasitas produksi mencapai 162,5 liter per detik, yang melayani 3.407 rumah tangga dan menjangkau 43 desa/kelurahan, tahun 2010 PDAM Tirta Ogan sudah melayani 3.580 rumah tangga dari 12 unit instalasi air bersih dengan kapasitas produksi 167,5 liter per detik, hingga saat ini sudah menjangkau 51 desa/kelurahan. Jumlah air bersih terjual tahun 2010 mencapai 934.799 meter kubik dengan kehilangan air mencapai 18,11 % dan melayani 115.119 jiwa  atau 27,62 %.   
Dalam rangka Peningkatan Sarana dan Prasarana Air Bersih, pada tahun 2010 telah dilakukan Pembangunan PAMSIMAS pada 14 desa yaitu di Desa Tanjung Mas, Tanjung Baru Petai, Desa Babatan Saudagar, Sungai Keli, Sungai Ondok, Pematang Bungur, Sungai Rotan, Pinang Jaya, Miji, Talang Tengah Laut, Lubuk Tunggal, Ulak Segaro, Senuro Timur, Tanjung Temiang. Pembangunan jalan setapak telah dilakukan di Desa Suka Cinta, Sungai Buaya dan Desa Limbang Jaya.
Melalui Dana Alokasi Khusus telah dilakukan pembangunan Sarana Air Bersih sebanyak 10 unit, yaitu : di Desa Pulau Semambu, Pulau Kabal, Sukaraja Baru, Sukaraja Lama, Sungai Lebung Ulu, Mekar Sari, Sukananti, Kerinjing, Ketapang II dan di Desa Rengas II.  Selain itu, melalui Dana Alokasi Khusus juga telah dilakukan pembangunan sarana prasarana Sanitasi Lingkungan sebanyak 7 unit, yaitu : di Desa Soak Batok, Bakung, Tanjung Pering, Suka Mulya, Sukananti Baru, Payalingkung dan Desa Seribandung.
Pada Urusan Lingkungan Hidup telah dilakukan Penyempurnaan Gedung Laboratorium dan Pengadaan Mobiler, serta kelengkapan Alat-alat Laboratorium. Dari jumlah produksi sampah rumah tangga dan pasar selama tahun 2010 di 16 kecamatan sebanyak 134.280 meter kubik, saat ini tertangani di Kota Indralaya, Pasar Timbangan dan Pasar Tanjung Raja dengan jumlah 34.305 meter kubik, dengan armada sarana yang dimiliki 4 unit mobil sampah, 13 unit gerobak sampah, 45 unit TPS dengan daya tampung TPS sebanyak 138 meter kubik.  
Misi Keenam, yaitu Peningkatan Kualitas Kehidupan Keagamaan dan Sosial-Budaya Masyarakat. Urusan Pemerintahan terkait Misi Keenam antara lain : Sosial, Keagamaan, Kependudukan, Tenaga Kerja, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan. Selama tahun 2010, kerukunan antar umat beragama sudah cukup baik, tanpa adanya konflik-konflik. Penyelenggaraan pengajian, pendidikan TKA/TPA, pondok pesantren dan madrasah, pelaksanaan MTQ, juga berlangsung cukup baik. Upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah antara lain pemberian bantuan pembangunan Masjid dan mushollah, pembinaan Guru ngaji tradisional dan Guru TK-Alquran serta Pembinaan Pembantu Pegawai Pencatat Nikah dan pengurus Ikatan Remaja Masjid.
Beberapa Kinerja Misi Keenam yang telah dicapai antara lain :
1.         Pada tahun 2010 dari PMKS 4.978 orang, dapat tertangani sebanyak 137 orang terdiri dari : anak jalanan dan anak terlantar dengan memberikan pelatihan las di Panti Sosial Bina Remaja sebanyak 50 anak dan Pelatihan Sablon di Loka Bina Karya Tanjung Raja sebanyak 50 anak, Rehabilitasi Tuna Susila, gelandangan-pengemis dan orang gila sebanyak 37 orang, Namun demikian dalam pembinaan tersebut masih sering gagal.
2.      Telah difasilitasi dengan baik pemberangkatan jama’ah haji asal Kabupaten Ogan Ilir, yang meningkat dari tahun 2009 lalu sebanyak 148 orang menjadi 191 orang pada musim haji tahun 2010.
3.        Tersalurnya Beras melalui Program Bantuan Beras untuk Keluarga Miskin Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2010 kepada 44.750 KK sebanyak 671.250 kg tiap bulan, sehingga total Beras untuk Keluarga Miskin tahun 2010 telah tersalur sebanyak 8.055  ton.
4.        Selama tahun 2010 telah diberikan pelayanan pembuatan Akta Kelahiran sebanyak 20.503 akta, Kartu Keluarga sebanyak 17.148 KK, dan KTP sebanyak 29.313 lembar,  Sehingga jumlah penduduk ber-Akta Kelahiran mencapai 98.276 jiwa atau 23,25 %, dan penduduk ber-KTP sebanyak 258.269 jiwa atau 84,23 % dari penduduk wajib ber-KTP tahun 2010.
5.      Pada tahun 2010, telah diberikan Kursus Keterampilan Tenaga Kerja antara lain : Kursus otomotif sebanyak 48 siswa, Kursus jaringan listrik  sebanyak 16 siswa, dan Kursus las sebanyak 32 siswa.

10 CARA MENGASAH DAYA INGAT ANAK

KEMAMPUAN memori tiap anak berbeda dan tidak semata-mata ditentukan oleh faktor genetik. Pun ditentukan oleh rangsangan (stimulasi) dan pembentukan yang dimulai sejak dini.

Peran orangtua sangat penting dalam proses pembentukannya. "Harus dilakukan secara kontinu!," menurut Septiana Runikasari, Psi. dari Psikolog dari LPTUI yaitu sebagai berikut :

1. Perhatikan asupan gizi

Daya ingat merupakan bagian dari kognitif anak dan dipengaruhi oleh faktor fisiologis (fisik) dan lingkungan. Orangtua harus memerhatikan asupan makanan _ berkaitan dengan perkembangan otak dan organ tubuh lainnya - mulai janin masih dalam kandungan hingga lahir. Jika dalam kandungan sudah bermasalah, maka akan memengaruhi perkembangan janin, khususnya otak. Cukupkanlah asupan gizi, vitamin, asam folat untuk merangsang otak anak yang akhirnya akan memengaruhi daya ingatnya. Jika gizi tak terpenuhi _ zat besi misalnya _ anak akan mudah mengantuk. Akibatnya dia tidak optimal saat menerima atau mengingat informasi.

2. Cukup oksigen

Kebutuhan oksigen juga penting. Jika suplai oksigen terpenuhi maka sirkulasi darah akan lancar mengingat si balita lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, sehingga akan mendukung proses kognitifnya. Kemampuan memori anak pun meningkat.

3. Mengingat sambil menyanyi

Banyak cara dapat dilakukan untuk meningkatkan daya ingat dan mengasah ketajaman berpikir anak. Salah satunya belajar sambil bernyanyi. Hal-hal sederhana pun mampu memberikan rangsangan pada ketajaman memori seperti mengingat warna, huruf, angka, lewat lagu.

4. Mengingat dengan benda

Bagian kognitif anak masih dalam proses perkembangan, oleh karena itu dalam mengajak anak mengingat sesuatu harus menggunakan suatu hal (media) yang konkret. Anak akan lebih mudah mengerti menggunakan alat peraga daripada hanya dengan kata-kata. Misalnya dalam mengenalkan bentuk, warna atau simbol-simbol visual.

5. Menghafal lewat dongeng

Bacakan si kecil buku cerita sebelum tidur. Setelah selesai, ajaklah si kecil untuk kembali mengingat jalan cerita cerita tadi, seperti nama tokoh, nama tempat dan seterusnya. Dengan melakukan pengulangan, lama-lama anak akan terbiasa mendengarkan dan merekamnya dalam memori mereka. Selain buku cerita bisa juga meggunakan boneka tangan, gambar-gambar yang bisa diganti-ganti atau improvisasi orangtua.

6. Meniru gerakan

Kegiatan fisik pada usia balita sangat diperlukan untuk mengembangkan sensor motorik dan sebagai salah satu cara untuk mengeksplorasi lingkungan. Hal ini pun bisa dimanfaatkan untuk sekaligus memberi rangsangan kemampuan mengingat pada anak. Caranya, ajaklah dia menirukan gerakan Moms. Misal, loncat, berlari. Bila anak berhasil, lanjutkan ke tahap yang lebih sulit dengan lebih banyak gerakan. Alhasil, anak akan terbiasa untuk mengingat sesuatu yang diterimanya dengan cepat dan mampu untuk 'memanggil' ingatannya kembali.

7. Mengasosiasikan bentuk

Jika Moms ingin mengenalkan berbagai jenis angka pada si kecil, asosiasikan menggunakan bentuk benda tertentu dengan harapan anak akan mudah mengingatnya. Contoh, angka 2 diibaratkan seperti bentuk bebek, angka 4 seperti bangku terbalik.

8. Mainan berprosedur

Jika ingin mengenalkan mainan, pilihlah mainan yang cocok untuk merangsang daya ingat anak. Kenalkan mainan yang memiliki prosedur misalnya; ular tangga, monopoli, dan sebagainya. Jadi tekankan pada prosedurnya, apa yang harus dilakukan pada tahap pertama, lalu kemana dan apa selanjutnya, ada pengulangan bertahap. Maka anak akan mengingat pengulangan tersebut.

9. Mengingat lewat gambar, suara, dan gerakan

Ada beberapa tipe belajar bagi anak-anak, melalui visual (gambar), auditif (lagu/suara), atau kinestetik (gerakan/alat peraga). Ini yang harus diperhatikan! Bagi anak dengan tipe belajar secara visual, dia akan lebih tertarik dengan sesuatu yang ada bentuknya (gambar) _ melihat langsung. Misal, jika ingin bercerita tentang pohon, tidak hanya menggunakan kata-kata, namun juga harus ada gambar. Untuk anak dengan tipe belajar secara auditori atau kinestetik, dia akan mudah mengingat sesuatu melalui suara atau gerakan. Misalnya dalam cerita ada gerakan berlari-lari, ajak anak ikut berlari-lari. Bagi anak yang mudah belajar dengan gerakan, bagian ketika dia berlari-lari, itu akan membuka kunci memorinya. Nah, lewat dongeng, biasanya ada kombinasi antara visual, auditif, dan kinestetik saat anak menceritakan kembali.

10. Konsep mind mapping

Konsep memetakan pikiran ini dapat Moms ajarkan ketika anak sudah mulai mengenal bentuk, warna, simbol-simbol visual. Cara ini tak harus menggunakan kata-kata, melainkan menggunakan gambar-gambar. Misal, mengenalkan konsep rumah. Di rumah itu biasanya ada lemari, pintu, meja, kursi, jendela. Lalu di halaman rumah, ada pohon, rumput, atau bunga. Semua itu harus dijabarkan dalam bentuk gambar. Benda lain yang dapat Moms ajarkan dengan metoda ini misalnya bagian tubuh manusia atau mobil. Dengan begitu, daya ingat si kecil sudah dilatih sejak dini dan dapat membantu proses belajar saat dia bersekolah di SD dimana dia tidak harus menghafal. (REDAksi)

MAINAN ANAK-ANAK

MAINAN ANAK-ANAK

MAINAN TEPAT CERDASKAN ANAK

Para ahli perkembangan anak setuju, bahwa mainan anak yang tepat sesuai usianya bisa bantu anak lebih cerdas dan memaksimalkan perkembangan otaknya. Namun, pilihan mainan anak di luar sana sungguh sangat banyak. Membuat para orangtua kebingungan memilih mainan apa yang tepat untuk anak. Sandra Gordon, penulis Consumer Reports Best Baby Products, mengatakan, bahwa kunci memilih mainan dan aktivitas yang tepat untuk melatih perkembangan otak anak adalah dengan memilih yang sesuai level perkembangan si anak itu sendiri. Ketika Anda memilih mainan yang tepat, berarti Anda berbicara dengan bahasa yang sama dengan si bayi. Ia menyarankan untuk memilih mainaan yang sesuai dengan usia anak agar tidak membuatnya frustasi. Bayi, tertarik pada barang yang bergerak dan bersuara. Jadi, menggoyangkan mainan berbunyi atau kunci akan menstimulasi mereka. Semakin mereka beranjak dewasa, Gordon merekomendasikan mainan bertekstur yang bisa disentuh dan remas, seperti boneka lembut.

Berikut adalah mainan dan kebisaan anak sesuai tahapan perkembangannya

Dari lahir hingga 4 bulan

Lakukan aktivitas:
* Membaca untuknya,
* Membuat mimik wajah yang berlainan,
* Mengelitikinya,
* Memindahkan obyek yang dilihat bayi perlahan-lahan,
* Menyanyikan lagu anak-anak dengan frase yang diulang,
* Menceritakan aktivitas Anda saat bersamanya. Misal; "Adik sudah mandi, sudah wangi. Sekarang Mama taburin minyak telon di perut Adik supaya hangat. Sekarang Mama mau kasih bedak di badan Adik supaya wangi."

Usia 4-6 bulan
* Bantu bayi untuk memeluk boneka binatang,
* Tumpuk barang-barang seperti blok plastik dan biarkan si kecil menjatuhkannya,
* Mainkan musik dengan ritme berbeda,
* Tunjukkan buku dengan warna-warni terang kepada si bayi,
* Biarkan si bayi mengenal barang dengan tekstur yang berbeda.

Usia 6-18 bulan
* Bicaralah dan berinteraksi berhadapan untuk meningkatkan koneksi antara suara dan kata-kata,
* Tunjuk orang-orang yang ia kenal dan sering lihat sambil mengulang namanya,
* Nyanyikan lagu-lagu dengan kalimat berulang serta gerakan tangan,
* Bermain petak umpet yang ringan, seperti menutup matanya atau menutup wajah Anda dan kejutkan ia dari balik kain dan sebagainya.

Usia 18-24 bulan

* Main tunjuk bendanya. Misal, "Mana mobil berwarna merah? Mana permen warna hijau?" Atau, Anda bisa memintanya mengambilkan barang yang ada dekatnya, misal, "Mama minta tolong diambilkan bedaknya, dong, Dik."
* Bicaralah langsung kepada si bayi secara langsung,
* Kenalkan si anak kepada alat-alat menulis, seperti krayon dan kertas,
* Tanyakan pertanyaan "dimana dan apa" saat membacakan dongeng untuk anak,
* Dorong anak untuk bermain mandiri dengan mainan favoritnya.

Usia 24-36 bulan
* Berikan pujian pada anak dan dorongan saat ia bermain untuk melatih kemampuan motoriknya,
* Dorong ia dengan memberitahunya cara lain dalam menggunakan mainannya,
* Bantu anak untuk melakukan kegiatan harian, seperti bermain bicara di telepon, mengendarai mobil, mengadakan acara minum teh,
* Saat membaca buku, ajak si anak untuk ikut dalam ceritanya dengan menanyakan pertanyaan berhubungan dengan cerita, tunjukkan kata-kata pada saat membaca pada anak, sambil membantunya mengenali arti kata itu sambil didemonstrasikan jika memungkinkan.

Usia 3-5 tahun

* Ajarkan untuk berbagi dengan contoh,
* Mainkan permainan papan untuk mengajarkan tentang peraturan dan keahlian,
* Batasi waktu menonton televisi menjadi 1-2 jam per hari dan menontonlah bersama si kecil untuk membuatnya menjadi acara yang interaktif,
* Saat si kecil makin mahir, tawarkan pilihan yang sederhana, misal, memilih mau membaca buku atau bermain puzzle,
* Batasi penggunaan kata "jangan" dan dorong ia untuk mengeksplorasi dan mendorong keingintahuannya,
* Berikan rasa hormat dan perhatian, serta tunjukkan kesabaran saat si kecil berusaha menjelaskan pengalamannya,
* Sisihkan waktu setiap hari bersama si kecil untuk mendiskusikan apa saja yang telah ia lalui hari itu, dan dorong si kecil untuk menjelaskan dan mengeksplorasi pengalaman barunya.

POLA HIDUP BESIH DAN SEHAT

BAHAYA MEROKOK

Setiap kali menghirup asap rokok, entah sengaja atau tidak, berarti juga mengisap lebih dari 4.000 macam racun! Karena itulah, merokok sama dengan memasukkan racun-racun tadi ke dalam rongga mulut dan tentunya paru-paru. Merokok mengganggu kesehatan, kenyataan ini tidak dapat kita mungkiri. Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kebiasaan merokok bukan saja merugikan si perokok, tetapi juga bagi orang di sekitarnya.

Saat ini jumlah perokok, terutama perokok remaja terus bertambah, khususnya di negara-negara berkembang. Keadaan ini merupakan tantangan berat bagi upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Bahkan organisasi kesehatan sedunia (WHO) telah memberikan peringatan bahwa dalam dekade 2020-2030 tembakau akan membunuh 10 juta orang per tahun, 70% di antaranya terjadi di negara-negara berkembang.

Melalui resolusi tahun 1983, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan tanggal 31 Mei sebagai Hari Bebas Tembakau Sedunia setiap tahun.

Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti dan dibuktikan oleh banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui dengan jelas. Banyak penelitian membuktikan bahwa kebiasaan merokok meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit. Seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi, serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin.

Penelitian terbaru juga menunjukkan adanya bahaya dari secondhand-smoke, yaitu asap rokok yang terhirup oleh orang-orang bukan perokok karena berada di sekitar perokok, atau biasa disebut juga dengan perokok pasif.

ZAT KIMIA

Rokok tentu tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya, yakni tembakau. Di Indonesia, tembakau ditambah cengkih dan bahan-bahan lain dicampur untuk dibuat rokok kretek. Selain kretek, tembakau juga dapat digunakan sebagai rokok linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa, dan tembakau tanpa asap (chewing tobacco atau tembakau kunyah).

Komponen gas asap rokok adalah karbon monoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida, dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol, dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi, dan menimbulkan kanker (karsinogen).

NIKOTIN

Zat yang paling sering dibicarakan dan diteliti orang, meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi, dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang diisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan. Di Amerika Serikat, rokok putih yang beredar di pasaran memiliki kadar 8-10 mg nikotin per batang, sementara di Indonesia berkadar nikotin 17 mg per batang.

TIMAH HITAM (Pb)

Timah hitam yang dihasilkan oleh sebatang rokok sebanyak 0,5 ug. Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam satu hari akan menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas bahaya timah hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayangkan, bila seorang perokok berat menghisap rata-rata 2 bungkus rokok per hari, berapa banyak zat berbahaya ini masuk ke dalam tubuh!

GAS KARBONMONOKSIDA (CO)

Karbon Monoksida memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya, hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernapasan sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih kuat daripada oksigen, maka gas CO ini merebut tempatnya “di sisi” hemoglobin. Jadilah, hemoglobin bergandengan dengan gas CO. Kadar gas CO dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen, sementara dalam darah perokok mencapai 4 – 15 persen. Berlipat-lipat!

TAR

Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok, dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin, akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna cokelat pada permukaan gigi, saluran pernapasan, dan paru-paru. Pengendapan ini bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok berkisar 24 – 45 mg.

DAMPAK PARU-PARU

Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru-paru. Pada saluran napas besar, sel mukosa membesar (hipertrofi) dan kelenjar mucus bertambah banyak (hiperplasia). Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli.

Akibat perubahan anatomi saluran napas, pada perokok akan timbul perubahan pada fungsi paru-paru dengan segala macam gejala klinisnya. Hal ini menjadi dasar utama terjadinya penyakit obstruksi paru menahun (PPOM). Dikatakan merokok merupakan penyebab utama timbulnya PPOM, termasuk emfisema paru-paru, bronkitis kronis, dan asma.

Hubungan antara merokok dan kanker paru-paru telah diteliti dalam 4-5 dekade terakhir ini. Didapatkan hubungan erat antara kebiasaan merokok, terutama sigaret, dengan timbulnya kanker paru-paru. Bahkan ada yang secara tegas menyatakan bahwa rokok sebagai penyebab utama terjadinya kanker paru-paru.

Partikel asap rokok, seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan, dikenal sebagai bahan karsinogen. Juga tar berhubungan dengan risiko terjadinya kanker. Dibandingkan dengan bukan perokok, kemungkinan timbul kanker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lebih sering.

DAMPAK TERHADAP JANTUNG

Banyak penelitian telah membuktikan adanya hubungan merokok dengan penyakit jantung koroner (PJK). Dari 11 juta kematian per tahun di negara industri maju, WHO melaporkan lebih dari setengah (6 juta) disebabkan gangguan sirkulasi darah, di mana 2,5 juta adalah penyakit jantung koroner dan 1,5 juta adalah stroke. Survei Depkes RI tahun 1986 dan 1992, mendapatkan peningkatan kematian akibat penyakit jantung dari 9,7 persen (peringkat ketiga) menjadi 16 persen (peringkat pertama).

Merokok menjadi faktor utama penyebab penyakit pembuluh darah jantung tersebut. Bukan hanya menyebabkan penyakit jantung koroner, merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan perifer.

Asap yang diembuskan para perokok dapat dibagi atas asap utama (main stream smoke) dan asap samping (side stream smoke). Asap utama merupakan asap tembakau yang dihirup langsung oleh perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebarkan ke udara bebas, yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif.

Telah ditemukan 4.000 jenis bahan kimia dalam rokok, dengan 40 jenis di antaranya bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker), di mana bahan racun ini lebih banyak didapatkan pada asap samping, misalnya karbon monoksida (CO) 5 kali lipat lebih banyak ditemukan pada asap samping daripada asap utama, benzopiren 3 kali, dan amoniak 50 kali. Bahan-bahan ini dapat bertahan sampai beberapa jam lamanya dalam ruang setelah rokok berhenti.

Umumnya fokus penelitian ditujukan pada peranan nikotin dan CO. Kedua bahan ini, selain meningkatkan kebutuhan oksigen, juga mengganggu suplai oksigen ke otot jantung (miokard) sehingga merugikan kerja miokard.

Nikotin mengganggu sistem saraf simpatis dengan akibat meningkatnya kebutuhan oksigen miokard. Selain menyebabkan ketagihan merokok, nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin, meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, kebutuhan oksigen jantung, serta menyebabkan gangguan irama jantung. Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak, dan banyak bagian tubuh lainnya. Nikotin mengaktifkan trombosit dengan akibat timbulnya adhesi trombosit (penggumpalan) ke dinding pembuluh darah.

Karbon monoksida menimbulkan desaturasi hemoglobin, menurunkan langsung persediaan oksigen untuk jaringan seluruh tubuh termasuk miokard. CO menggantikan tempat oksigen di hemoglobin, mengganggu pelepasan oksigen, dan mempercepat aterosklerosis (pengapuran/penebalan dinding pembuluh darah). Dengan demikian, CO menurunkan kapasitas latihan fisik, meningkatkan viskositas darah, sehingga mempermudah penggumpalan darah.

Nikotin, CO, dan bahan-bahan lain dalam asap rokok terbukti merusak endotel (dinding dalam pembuluh darah), dan mempermudah timbulnya penggumpalan darah. Di samping itu, asap rokok mempengaruhi profil lemak. Dibandingkan dengan bukan perokok, kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida darah perokok lebih tinggi, sedangkan kolesterol HDL lebih rendah.

PENYAKIT JANTUNG KORONER

Merokok terbukti merupakan faktor risiko terbesar untuk mati mendadak.

Risiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat 2-4 kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang diisap. Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko merokok bekerja sinergis dengan faktor-faktor lain, seperti hipertensi, kadar lemak atau gula darah yang tinggi, terhadap tercetusnya PJK.

Perlu diketahui bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung koroner berkurang dengan 50 persen pada tahun pertama sesudah rokok dihentikan. Akibat penggumpalan (trombosis) dan pengapuran (aterosklerosis) dinding pembuluh darah, merokok jelas akan merusak pembuluh darah perifer.

PPDP yang melibatkan pembuluh darah arteri dan vena di tungkai bawah atau tangan sering ditemukan pada dewasa muda perokok berat, sering akan berakhir dengan amputasi.

PENYAKIT (STROKE)

Penyumbatan pembuluh darah otak yang bersifat mendadak atau stroke banyak dikaitkan dengan merokok. Risiko stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok.

Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris, didapatkan kebiasaan merokok memperbesar kemungkinan timbulnya AIDS pada pengidap HIV. Pada kelompok perokok, AIDS timbul rata-rata dalam 8,17 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14,5 bulan. Penurunan kekebalan tubuh pada perokok menjadi pencetus lebih mudahnya terkena AIDS sehingga berhenti merokok penting sekali dalam langkah pertahanan melawan AIDS.

Kini makin banyak diteliti dan dilaporkan pengaruh buruk merokok pada ibu hamil, impotensi, menurunnya kekebalan individu, termasuk pada pengidap virus hepatitis, kanker saluran cerna, dan lain-lain. Dari sudut ekonomi kesehatan, dampak penyakit yang timbul akibat merokok jelas akan menambah biaya yang dikeluarkan, baik bagi individu, keluarga, perusahaan, bahkan negara.

Penyakit-penyakit yang timbul akibat merokok mempengaruhi penyediaan tenaga kerja, terutama tenaga terampil atau tenaga eksekutif, dengan kematian mendadak atau kelumpuhan yang timbul jelas menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Penurunan produktivitas tenaga kerja menimbulkan penurunan pendapatan perusahaan, juga beban ekonomi yang tidak sedikit bagi individu dan keluarga. Pengeluaran untuk biaya kesehatan meningkat, bagi keluarga, perusahaan, maupun pemerintah.

SEJARAH BERDIRINYA PKK

Pembangunan Nasional dapat terwujud, jika di satu pihak ada fasilitas dan pelayanan publik yang memadai, dan di lain pihak ada warga dan masyarakat yang secara sadar turut berpartisipasi dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa dan negara yang berdaulat. Dalam rangka ini setiap warga negara mempunyai kebebasan dan kesempatan untuk mengembangkan potensinya, dan terutama mempunyai tangung jawab sosial sebagai warga negara. Untuk ini diperlukan pula adanya lingkungan yang kondusif, dimana seseorang dapat berusaha dan mengembangkan potensi atau kemampuannya. Sebagaimana telah dikemukakan, lebih dari 50 % dari penduduk Indonesia adalah perempuan, terutama mereka yang tinggal di perdesaan. Dan sebagian besar di antaranya ada dalam status ekonomi dan tingkat pendidikan yang rendah. Ini merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya angka harapan hidup yakni laki – laki : 63 tahun, perempuan 67 tahun, dan angka kematian ibu (AKI) cukup tinggi yaitu : 307 per 100.000 kelahiran, serta angka kematian bayi (AKB) juga cukup tinggi yaitu : 46 per 1.000 kelahiran. Menyadari hal ini, maka PKK tergerak untuk meningkatkan kegiatannya khususnya upaya-upaya penurunan AKI dan AKB. Melihat penderitaan yang dihadapi keluarga-keluarga di Jawa Tengah saat itu, terutama di perdesaan, ibu Isriati Moenadi sebagai isteri Gubernur Jawa Tengah, merintis terbentuknya Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai gerakan masyarakat yang bertujuan “mewujudkan kesejahteraan keluarga, atas kesadaran dan kemampuan keluarga itu sendiri”. Untuk mewujudkan ini, PKK melaksanakan “Sepuluh Program Pokok PKK”. Pada tahun 1967 Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, sebagai gerakan mulai dibentuk di seluruh Jawa Tengah. Keberadaan PKK ditengah-tengah masyarakat sangat dirasakan manfaatnya. Apa yang telah dirintis Ibu Isriati Moenadi, dilanjutkan kemudian oleh Ibu Kardinah Soepardjo Roestam, sebagai Ketua PKK Provinsi Jawa Tengah, yang selanjutnya tahun 1983 menjadi Ketua Umum Tim Penggerak PKK. Saat itu kegiatan PKK ditingkatkan dan dikembangkan melalui upaya membangkitkan dan menggerakkan partisipasi keluarga dan masyarakat yang akhirnya menarik perhatian berbagai kalangan, sehingga PKK banyak dikunjungi tamu-tamu baik dari dalam maupun luar negeri. Pada tahun 1972, Menteri Dalam Negeri menginstruksikan kepada Gubernur di seluruh Indonesia, agar gerakan PKK dilaksanakan dan ditingkatkan di seluruh wilayah Indonesia. Tim Penggerak PKK dibentuk di semua tingkat administrasi : Pusat, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa dan Kelurahan, yang diketuai oleh isteri Pimpinan Daerah setempat.

Kegiatan POKJA I PKK

Kegiatan POKJA I PKK

Kegiatan POKJA II

Kegiatan POKJA II

Kegiatan POKJA III

Kegiatan POKJA III

MENGENAL LEBIH DEKAT TENUN SONGKET OGAN ILIR SUMATERA SELATAN

SEJARAH TENUN SONGKET DI SUMATERA SELATAN

OGAN ILIR adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Sumatra Selatan, Indonesia. Di daerah ini ada sebuah kerajinan tenun yang biasa di sebut “Tenun/sewet Songket Sumatera Selatan”. Songket adalah kain tenun yang dibuat dengan teknik menambah benang pakan sebagai hiasan dengan menyisipkan benang perak, emas atau benang warna di atas benang lungsin. Kata “ Songket “ itu sendiri berasal dari kata “Tusuk“ dan “Cukit“ yang diakronimkan menjadi “Sukit” kemudian berubah menjadi “Sungki”, dan akhirnya menjadi “ Songket”.

Di Kabupaten OGAN ILIR, sentra pembuatan Tenun Songket terdapat di Kecamatan Tanjung Batu antara lain Kelurahan Tanjung Batu, Desa Tanjung Atap, Tanjung Pinang, Limbang Jaya, Tanjung Laut, di Kecamatan Indralaya Selatan di Desa Tanjung Dayang, di Kecamatan Indralaya di Desa Muara Penimbung, Talang Aur dan Tunas Aur, di Kecamatan Pemulutan Barat Desa Talang Pangeran Ulu, Talang Pangeran Ilir, Suka Rami, dan di Kecamatan Pemulutan di Desa Pemulutan Ilir, Pegayut, Pelabuhan Dalam dan Simpang Pelabuhan Dalam.

Usaha pembuatan tenun songket di Kabupaten OGAN ILIR Sumatera Selatan dilakukan secara keluarga, mulai dari ibunya sampai pada anak-anaknya. Sejak kecil anak-anak pengarajin songket sudah diajarkan, sehingga usaha tenun songket dapat berlangsung secara turun temurun dilestarikan oleh keluarga tersebut. Saat ini usaha ini sudah banyak menyebar ke tempat-tempat lain seiring dengan berpindahnya pengrajin tersebut seperti di Kota Indralaya, Kota Palembang, Prabumulih, Jambi dan Bangka. Saat ini pengrajin tenun songket di Kota Palembang sebagian besar asli dan berasal dari Ogan Ilir. Produk tenun Songket yang banyak dipasarkan pada gallery, outlet, ruko dan swalayan di Kota Palembang pun sebagian besar produk asli pengrajin dari Kabupaten OGAN ILIR SUMATERA SELATAN, yang produknya dikenal dengan Tenun Songket Palembang oleh daerah lain di Indonesia.

Tenun SONGKET dari daerah OGAN ILIR Sumatera Selatan sudah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya. Teknologi pembuatanya sebenarnya bukan murni berasal dari daerah tersebut , melainkan dari China, India dan Arab. Adanya perdagangan antara bangsa-bangsa asing yang telah diserap oleh masyarakat Ogan Ilir adalah teknologi pembuatan kain tenun yang hingga kini masih dilakukan oleh sebagian masyarakatnya.

Kain tenun songket OGAN ILIR Sumatera Selatan banyak dipakai oleh kaum perempuan dalam upacara adat perkawinan, baik oleh mempelai perempuan, penari perempuan maupun tamu undangan perempuan yang menghadirinya . Selain itu, songket juga di pakai dalam acara-acara resmi penyambutan tamu (Pejabat) dari luar maupun dari OGAN ILIR Sumatera Selatan sendiri. Pemakaian songket yang hanya terbatas pada peristiwa-peristiwa atau kegiatan-kegiatan tertentu tersebut disebabkan karena songket merupakan jenis pakaian yang tinggi nilainya, sangat di hargai oleh msyarakat Sumatera Selatan.

Pada zaman dahulu (Kerajaan Sriwijaya) kain tenun songket OGAN ILIR Sumatera Selatan tidak hanya diperdagangkan di daerah sekitarnya (Di Pulau Sumatra Saja), Melainkan juga keluar negri, seperti : Tiongkok, Siam, India dan Arab. Namun, pada saat penjajahan belanda dan jepang, tenun songket tersebut mengalami kemunduran. Bahkan, saat terjadinya Revolusi fisik (1945— 1950) Kerajinan tenun songket di OGAN ILIR Sumatera Selatan sempat terhenti karena tidak adanya bahan baku. Namun, di permulaan tehun 1960-an tenun songket OGAN ILIR Sumatera Selatan mengalami kemajuan yang pesat karena pemerintah menyediakan dan mendatangkan bahan baku serta membantu pemasarannya. Pada tahun 2006-2007, melalui Dinas Koperasi UMKM Industri dan Perdagangan Kabupaten Ogan Ilir, telah diberikan pembinaan dan Pelatihan khusus MEMBUAT POLA (CUKIT) dan Keterampilan Menenun Songket serta diberikan bantuan peralatan dan Bahan Baku Tenun, khususnya pengrajin di Kecamatan Pemulutan Barat, Pemulutan dan Indralaya. Kemudian pada era 2008 Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui pembinaan Tim Penggerak PKK Kabupaten Ogan Ilir dibawah pimpinan Hj. Fauziah Mawardi, S.Pd. dengan gigih memperjuangkan kemitraan dengan BUMN Bank BNI 1946 dan Organisasi Citra Tenun Indonesia. Hasil upaya ini, para pengrajin songket tidak lagi mengalami kesulitan dalam mencari modal dan bahan baku, karena mendapatkan pasokan dari Bank BNI 1946 dan sekaligus pemasaran yang dibantu oleh Citra Tenun Indonesia (CTI) Jakarta.

Pengerjaan kain tenun di OGAN ILIR Sumatera Selatan umumnya di kerjakan secara “Sambilan” oleh gadis-gadis remaja yang menjelang berumah tangga dan ibu-ibu yang sudah lanjut usia sambil menunggu waktu menunaikan ibadah sholat. Pada umumnya pembuatan songket di kerjakan oleh kaum perempuan.

Dewasa ini pengrajin tanun songket OGAN ILIR Sumatera Selatan tidak hanya memproduksi satu jenis songket tertentu, seperti sarung. batik dan kain. Akan Tetapi, seiring dengan perkembangan zaman, sudah merambat ke produksi jenis lain, seperti : gambar dinding, taplak meja, permadani bergambar, baju wanita, suprey, baju , kursi bantal permadani, selendang, serbet, kain lap dapur, sapu tangan, bahan kemeja, dan tussor (bahan tenun diagonal).

Alat dan Bahan yang Digunakan

Peralatan tenun songket OGAN ILIR Sumatera Selatan pada dasarnya dapat dikategorikan menjadi dua, yakni peralatan pokok dan tambahan. Keduanya terbuat dari kayu dan bambu. Peralatan Pokok adalah seperangkat alat tenun itu sendiri yang oleh mereka disebut sebagai “Dayan”. Seperangkat alat yang berukuran 2 x 1,5 meter ini terdiri atas gulungan/boom (Suatu alat yang digunakan untuk menggulung benang tenunan), Penyincing (suatu alat yang di gunakan untuk merentang dan memperoleh benang tenunan), Beliro (suatu alat yang di gunakan untuk membuat motif songket) , Cahcah (suatu alat untuk mengangkat benang).”Gun” (suatu alat untuk ngangkat benang ) Sedangkan peralatan tambahan untuk pengatur posisi benang ketika sedang di tenun adalah peneting, gala, belero ragam, dan teropong palet. Peralatan tambahan tersebut di letakkan si sebelah kanan si penenun , agar mudah di capai dengan tangan.

Gun dapat dibagi dua yaitu : gun pengenyit yang di gunakan untuk mengangkat benang yang akan di jadikan sebagai dasar konstruksi kain (polos) dan gun kembang yang digunakan untuk menangangkat benang yang akan dijadikan sebagai motif songket.

Bahan dasar kain tenun songket OGAN ILIR adalah benang tenun yang disebut lusi atau lungsin. Benang lungsin terbuat dari kapas, kulit kayu, serat pisang, serat nanas, dan daun palem. Sedangkan, hiasanya terdiri dari benang sutera dan benang emas. Benang sutera berasal dari Taiwan, dan China. Sedangkan benang, emas berasal dari India, Jepang, Thailand, Jerman, Dan Prancis. Selain benang , ada pula barang yang harus diimpor dari Jerman dan Inggris yaitu bahan Pewarna Benang.

Benang emas yang di gunakan untuk kain tenun songket OGAN ILIR Sumatera Selatan ada 3 jenis, yaitu : benang emas cabutan, benang emas sartibi, dan benang emas bangkok. Benang emas yang pertama di peroleh dari kain songket antik yang sebagian kainya sudah rusak. Benang emas ini kuat karena dibuat dari benang katun yang, konon, dicelupkan kedalam cairan emas 24 karat benang emas yang kedua adalah benang emas sintesis yang diimpor dari Jepang. Jenis benang ini halus, tidak mengkilap , dan hasil tenunannya ringan. Sedangkan, benang emas yang ketiga yaitu benang emas bangkok yang mengkilap dan diimpor dari Bangkok (Thailand).

Cara membuat benang lungsin dilakukan dengan menggunakan pemberat yang di putar dengan jari tangan. Pemberat tersebut berbentuk seperti gasing dan terbuat dari kayu atau terakota. Cara lain yang banyak dijumpai diwilayah Indonesia bagian barat (Sumatera, Jawa, Bali, Lombok ) adalah dengan menggunakan antih ( alat yang terdiri dari sebuah roda lebar yang bisa di putar berikut pengaitnya untuk memutar roda tersebut) . Sedangkan, untuk memperoleh warna tertentu, benang yang akan di warnai itu direndam dalam sabun selama kurang lebih 14 menit, maksudnya adalah agar benang hilang zat minyaknya. Setelah itu, baru di celup dengan warna yang di inginkan, lalu di jemur. selanjutnya, setelah kering, benang tersebut di kelos (digulung). Setelah penganian, yaitu menyiapkan jumlah helai benang yang akan di tenun sesuai dengan jenis dan atau bentuk songket yang akan dibuat. Namun, dewasa ini hanya sebagian yang masih melakukannya. Sebagian lainya langsung membeli benang warna yang telah diproduksi oleh suatu pabrik di Indonesia atau yang di impor dari India, China, Jepang, atau Thailand.

Dahulu, kain songket tradisional dicelup dengan warna-warna yang didapat dari alam, dan teknik ini di teruskan ke anak cucu secara turun-temurun. Biasanya warna merah, didapat dari pengolahan kayu sepang dengan jalan mengambil inti kayunya dan di rebus, dan mengkudu, yang didapat dari akarnya, warna biru didapat dari indigo,warna kuning didapat dari kunyit, untuk mendapatkan warna sekunder seperti hijau, oranye dan ungu, dilakukan percampuran cat dari warna primer merah, biru dan kuning. Untuk mencegah agar warna tidak luntur atau pudar pada waktu pencelupan ditambah tawas.

CARA MEMBUAT TENUN SONGKET

Cara membuat tenun songket OGAN ILIR Sumatera Selatan pada dasarnya dilakukan dalam dua tahap, yaitu : tahap menyukit kain dasar dengan konstruksi tenunan rata atau polos dan tahap menenun bagian ragam hias yang merupakan bagian tambahan dari benang pakan. Masyarakat Amerika dan Eropa menyebut cara menenun seperti ini sebagai “inlay weaving system”. Sebelum dilakukan penenunan, terlebih dahulu dibuat pola yang disebut NYUKIT. Pembuata Pola / Nyukit hanya dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu yang sudah ahli dan trampil. Bagi yang belum dapat membuat pola sendiri, pengarajin songket biasanya mengupah pada orang yang trampil menyukit dengan harga Rp. 200 ribu sampai Rp. 250 ribu per helai.

Tahap Menenun Kain Dasar

Dlam tahap ini yang ingin dihasilkan adalah hasil tenunan yang rata dan polos. Untuk itu, langkah pertama yang dilakukan adalah benang yang sudah dikani, salah satu ujung nya direntangkan diatas meja. Sedangkan, ujung lainyadimasukan kedalam lubang suri (sisir). Pengisian benang ini diatur sedekian rupa sehingga sekitar 25 buah lubang suri, setiap lubangnya dapat memuat 4 helai benang. Hal ini dimaksudkan untuk membuat pinggiran kain. Sedangkan lubang-lubang yang lain,setiap lubangnya diisi dengan 2 helai benang.

Setelah benang dimasukkan ke dalam suri dan disusun sedemikian rupa (rata), maka barulah benang digulung dengan boom yang terbuat dari kayu. Pekerjaan ini dinamakan menyajin atau mensayin benang. Setelah itu, pemasangan dua gun atau alat pengangkat benang yang tempatnya dekat dengan sisir. Sesuai dengan apa yang dilakukan, pekerjaan ini disebut sebagai “pemasangan gun penyeyit”. Selanjutnya, dengan posisi duduk, penenun mulai menggerakkan Dayan dengan menginjak salah satu pedal untuk memisahkan benang sedemikian rupa, sehingga benang yang digulung dapat dimasukan dengan muda, baik dari kiri ke kanan (melewati seluruh bidang Dayan) maupun dari kanan ke kiri ( secara bergantian ). Benang yang posisinya melintang itu ketika dirapatkan dengan dayan yang ber-suri akan membentuk kain dasar.

Tahap Pembuatan Ragam Hias

Setelah kain dasar terwujud, maka tahap berikutnya (tahap yang kedua) adalah pembuatan ragam hias. Dalam tahap ini kain dasar yang masih polos itu dihiasi dengan benang emas atau sutera dengan teknik pakan tambahan. Caranya agak rumit karena untuk memasukkannya kedalam kain dasar harus melalui perhitungan yang teliti. Dalam hal ini bagian-bagian kain di pasangi gun kembang agar benang emas atau sutera dapat dimasukan, sehingga terbentuk sebuah motif. Konon, pekerjaan ini memakan waktu yang cukup lama karena benang emas atau sutera itu harus dihitung satu-persatu dari pinggir kanan kain hingga pinggir kiri kain menurut hitungan tertentu, sesuai dengan contoh motif yang akan dibuat. Selanjutnya, benang tersebut dirapatkan satu demi satu, sehingga membentuk ragam ragam hias yang diinginkan.

Lama dan tidaknya pembuatan suatu tenun songket, selain bergantung pada jenis tenunan yang di buat dan ukurannya, juga kehalusan dan kerumitan motif songketnya. Semakin halus dan rumit motif songketnya, akan semakin lama pekerjaannya. Pembuatan sarung dan atau kain misalnya, bisa memerlukan waktu kurang lebih dua hingga enam bulan. Bahkan, seringkali lebih dari enam bulan karena setiap harinya seorang pengrajin rata-rata hanya dapat menyelesaikan kain sepanjang 5 - 10 senti meter. Namun ada juga yang mampu 1 minggu dapat membuat 1 songket.

RAGAM MOTIF DAN SENI TENUN SONGKET OGAN ILIR SUMATERA SELATAN

Kekayaan alam OGAN ILIR sangat mempengarui terciptanya ragam hias dengan pola-pola yang mengagumkan. Sekali pun ragam hiasnya tercipta dari alat yang sederhana, namun tenunannya merupakan karya seni yang amat tinggi nilainya. Jadi, songket bukanlah hanya sekedar kain, melainkan telah menjadi suatu bentuk seni yang diangkat dari hasil cipta, rasa dan karsa penenunnya. Motif-motif ragam songket OGAN ILIR pada umumnya terdiri dari tiga bagian geometris dan motif campuran antara tumbuh-tumbuhan dan geometris.

Motif-motif tersebut dahulu hingga sekarang di wariskan secara turun-menurun, sehingga polanya tidak berubah, karena cara memola motif itu sendiri hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu, dan tidak setiap penenun dapat membuat motif sendiri. Orang yang menenun tinggal melaksanakan pola yang telah ditentukan. Jadi, kerajinan menenun merupakan suatu pekerjaan yang sifatnya kolektif. Sebagai catatan, para penenun di OGAN ILIR Sumatera Selatan seluruhnya dilakukan oleh kaum wanita baik tua maupun muda. Keahlian menenun tersebut pada umumnya diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi lainya.

Beberapa nama ragam hias atau motif tenun songket OGAN ILIR Sumatera Selatan antara lain adalah: lepus piham, lepus polos, lepus puler lurus, lepus puler ombak-ombak, lepus bintang, lepus naga besaung, lepus bungo jatuh, lepus berantai, lepus lemas kandang, tetes meder, bungo cino, melati, bungo inten, bungo pacik, bungo suku hijau, bungo bertabur, bungo mawar, biji pare, jando berais, limas berantai, dasar limai, pucuk rebung, tigo negeri dan emas jantung.

Selain sebagai sesuatu yang berfungsi memperindah tenunan (songket), ragam hias juga mempunyai makna. Salah satu contohnya adalah bentuk ragam hias yang terkenal yaitu “naga besaung” (Naga Bertarung). Dalam hal ini naga dianggap sebagai binatang yang melambangkan kemakmuran dan kejayaan. Orang yang memakai tenun songket naga besaung tentulah mengharapkan akan mendapatkan kemakmuran dan kejayaan dalam hidupnya. Motif ini diambil dari salah satu unsur kebudayaan cina yang menganggap naga sebagai suatu hewan mitologi yang dapat mendatangkan kemakmuran dan kejayaan. Sebagai catatan, pada zaman dahulu Kerajaan Sriwijaya banyak didatangi orang-orang asing dari China, India, dan lain sebagainya untuk berdagang. Contoh yang lain ada motif pucuk rebung dan bunga-bungaan (cengkeh, tanjung, melati, mawar). Rebung dianggap sebagai tumbuhan yang sejak kecil dapat digunakan untuk bahan sayuran. Ketika telah tumbuh besar dan menjadi bambu pun masih tetap berguna, yaitu sebagai bahan bangunan dan lain sebagainya. Orang yang memakai motif ini tentulah diharapkan akan berguna pula bagi masyarakat (seperti bambu yang sangat berguna bagi manusia). Sedangkan, bunga-bungaan melambangkan kesucian, keanggunan, rezeki, dan kebaikan.

SONGKET SEBAGAI NILAI BUDAYA

Tenun Songket OGAN ILIR Sumatera Selatan jika di cermati secara seksama, di dalamnya mengandung nilai-nilai yang dapat di jadikan sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat penduduknya. Nila-nilai itu antara lain : kesakralan, keindahan (seni) ketekunan, ketelitian, dan kesabaran.

Nilai kesakralan tercermin dari pemakainya yang umumnya hanya mengenakannya pada peristiwa-peristiwa atau kegiatan-kegiatan yang ada kaitanya dengan upacara, seperti perkawinan, upacara menjemput tamu dan lain sebagainya. Nilai keindahan tercermin dari motif ragam hiasnya yang dibuat sedemikian rupa, sehingga memancarkan keindahan. Sedangkan, nilai ketekunan, ketelitian, dan kesabaran tanpa nilai-nilai tersebut tidak mungkin akan terwujud sebuah tenun songket yang indah dan sarat makna. (........... Rudi Shigeki)...

JAMUR TIRAM PRODUK OGAN ILIR

JAMUR TIRAM PRODUK OGAN ILIR
Produk Jamur Tiram dalam kemasan Siap dipasarkan asal Ogan Ilir

Assisten II Drs. H. Abdul Rahman Rosidi, MM,MBA, dan Kabag Umum dan Protokol Setda Dicky Syailendra, S.Sos beserta Petugas PASPAMPRES saat persiapan kedatangan Presiden SBY di kantor Bupati Ogan Ilir

KOLEKSI SONGKET OI

KOLEKSI SONGKET OI
MOTIF SONGKET OGAN ILIR

SONGKET

SONGKET
PENENUN SONGKET 3 ZAMAN

Songket pakaian khas penari Ogan Ilir, suasana ketika di Berlin Jerman

TENUN SONGKET

TENUN SONGKET
PEMBUATAN TENUN SONGKET

Pakaian jadi produk Penjahit Desa Ulak Kerbau Baru Kec Tanjung Raja

BERITANUSANTARA